Dampak Merokok Saat Hamil yang Sudah Pasti Tidak Ingin Mama Alami!

merokok saat hamil

Merokok adalah kebiasaan tidak sehat yang dapat mendatangkan banyak dampak negatif bagi tubuh. Bagi ibu hamil yang merokok selama masa kehamilan, hal itu bukan hanya membahayakan tubuh sang ibu sendiri, tetapi juga janin yang ada di dalam kandungan. Sebab, zat-zat toxic yang dihisap dari rokok akan masuk ke aliran darah dan mengalir ke janin yang ada di dalam rahim. Semakin banyak rokok yang dihisap setiap harinya, maka akan semakin besar pula risiko yang mengancam kehamilan.

Kandungan Rokok yang Berbahaya Bagi Ibu dan Janin

merokok saat hamil

Sebelum membahas lebih lanjut mengenapi dampak merokok saat hamil, ada baiknya jika Anda mengetahui kandungan-kandungan berbahaya yang ada di dalam rokok. Dalam satu batang rokok, ada setidaknya 7000 jenis senyawa yang bersifat racun bagi tubuh. Adapun dua diantaranya yang paling sering dibahas adalah karbon monoksida dan nikotin.

Ketika Anda merokok, substansi-substansi berbahaya tersebut akan terserap ke dalam darah dan diedarkan ke seluruh tubuh, termasuk ke dalam kandungan. Selanjutnya, zat karbon monoksida yang ada pada rokok tersebut dapat menghambat aliran oksigen dan asupan nutrisi untuk janin. Akibatnya, janin akan mengalami masalah pernapasan dan masalah-masalah lain yang dapat membahayakan nyawanya.

Ada banyak masalah serius yang dapat terjadi akibat kebiasaan merokok saat hamil. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  1. Cacat Paru Bawaan

Bayi yang lahir dari ibu perokok cenderung memiliki ukuran tubuh yang kecil dan mengalami gangguan pernapasan. Bahkan, karena paru-paru mereka belum siap bekerja secara mandiri, bayi-bayi tersebut umumnya akan memerlukan bantuan alat pernapasan selama minggu-minggu pertama kehidupannya. Kalaupun mereka sudah siap bernapas tanpa bantuan alat atau sudah bisa bernapas sendiri sejak awal, bayi yang lahir dari ibu perokok biasanya akan tetap mengalami gangguan pernapasan hingga ia dewasa.

  1. Cacat Jantung Bawaan

Ibu hamil yang merokok selama trimester pertama akan meningkatkan risiko bayi mengalami cacat jantung bawaan saat dilahirkan. Berdasarkan data dari Center of Disease Control and Prevention (CDC), peluang risiko cacat jantung bawaan pada bayi yang ibunya merokok terhitung sebesar 20 sampai 70 persen lebih tinggi daripada bayi yang ibunya tidak merokok selama hamil.

Selain itu, zat-zat beracun yang terkandung di dalam rokok juga dapat menyebabkan detak jantung janin berdetak lebih kencang daripada batas normal. Jika hal ini terus berlanjut, risiko bayi meninggal mendadak akan semakin tinggi.

  1. Kerusakan Otak

Dampak merokok saat hamil berikutnya adalah dapat menyebabkan kerusakan otak. Otak janin yang sedang berkembang sangat rentan terhadap suplai oksigen yang diterimanya. Ketika suplai oksigen ke otak rendah, otak janin tentu tidak bisa berkembang secara optimal. Akibatnya, anak-anak dari ibu perokok umumnya cenderung memiliki gangguan belajar, masalah perilaku, serta tingkat intelligence quotient atau IQ yang rendah. Bahayanya lagi, nikotin yang masuk ke dalam otak juga dapat meracuni bagian otak yang terlibat langsung dengan kerja jantung dan fungsi pernapasan

  1. Bayi Lahir Prematur

Merokok saat hamil juga akan meningkatkan risiko bayo lahir prematur. Sebab, kandungan nikotin yang masuk ke dalam kandungan menyebabkan bayi tidak bisa bertahan lama di dalam rahim. Akibatnya, bayi terpaksa harus dilahirkan sebelum perkembangannya mencapai 9 bulan.

  1. Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

Kondisi ini umumya dialami oleh bayi yang lahir secara prematur. Tidak hanya memiliki berat badan yang rendah, organ tubuh bayi yang lahir secara prematur umumnya juga belum berkembang secara sempurna sehingga memerlukan perwatan khusus setelah dilahirkan.

  1. Keguguran

Merokok saat hamil juga dapat meningkatkan risiko bayi mengalami keguguran atau mati di dalam kandungan. Hal ini disebabkan karena kandungan nikotin yang masuk ke dalam tubuh ibu menghambat suplai oksigen dan nutrisi untuk bayi yang disalurkan lewat plasenta. Selain itu, komplikasi lain akibat merokok saat hamil yang dapat menyebabkan keguguran adalah kehamilan ektopik, abrupsi plasenta, serta IUGR (Intrauterine Growth Restriction) atau terhentinya perkembangan janin di dalam kandungan.

  1. Cacat Mental

Kebiasaan merokok saat hamil juga dapat meningkatkan risiko bayi mengalami cacat lahir. Cacat ini bisa terjadi pada tengkorak, otot, anggota gerak tubuh, jantung, paru-paru, serta organ tubuh lainnya.

Demikianlah beberapa dampak merokok saat hamil. Agar janin yang ada di dalam kandungan Anda dapat berkembang secara optimal dan terhindar dari masalah-masalah yang dapat membahayakan nyawanya, maka sebaiknya hentikan kebiasaan buruk Anda yang suka merokok selama masa kehamilan. Apabila Anda bukan perokok, sebisa mungkin hindari asap rokok karena menjadi perokok pasif sama berbahayanya dengan perokok aktif.

Leave a Reply