Cara Efektif Merangsang Kemampuan Bayi Agar Bisa Cepat Berjalan

Umumnya, bayi mulai berjalan sendiri sekitar usia 12 hingga 15 bulan. Akan tetapi, tidak sedikit pula bayi yang sudah mulai berjalan saat usianya baru 9 bulan, sedangkan sisanya berjalan setelah usia 15 bulan.

cara merangsang bayi berjalan

Ada beberapa hal yang mempengaruhi usia di mana seorang bayi mulai dapat berjalan sendiri, salah satu diantaranya adalah faktor genetika. Terlepas dari peran genetika, hal yang terpenting untuk diingat adalah Moms dapat memainkan peran penting agar si kecil tidak terlambat berjalan.

  1. Latihan koordinasi

Keseimbangan merupakan hal yang sangat penting saat berjalan. Moms dapat membantu si kecil melatih koordinasi dan keseimbangan setelah ia mampu duduk tegak. Menjauhkan bola atau mainan dari si kecil akan mendorongnya untuk bergerak maju mundur dan bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya sambil menjaga keseimbangan.

  1. Libatkan si kecil dalam permainan

Si kecil akan mulai belajar berjalan jika Moms membuatnya memainkan permainan yang menyenangkan dan melibatkannya dalam aktivitas menarik. Moms dapat mengajaknya memainkan game mengejar di mana Moms merangkak untuk mengejarnya. Dengan cara ini, si kecil akan belajar merangkak lebih cepat dan belajar untuk lebih mengendalikan tangan serta kakinya.

  1. Dorong upaya si kecil untuk mencapai sesuatu

Dokter anak mengatakan bahwa ambisi bayi untuk berjalan dan meraih berkontribusi banyak terhadap keterampilan berjalannya. Moms dapat menempatkan beberapa mainan favorit si kecil dan pastikan ia melihatnya. Moms juga harus “mendorongnya” mendekati mainan tersebut untuk memastikan bahwa si kecil tetap tertarik berjalan dan mencoba meraihnya.

  1. Bantu si kecil belajar berjalan

Penting bagi Moms untuk mengetahui bagaimana cara membantu si kecil saat ia mulai belajar berjalan. Pada awalnya Moms perlu mendukung si kecil dengan memegang area di atas tulang rusuknya. Namun, saat ia sudah mulai stabil, Moms harus mendukungnya di area sekitar pinggul untuk memastikan bahwa otot-otot intinya tetap stabil dan kuat menopang berat tubuhnya.

Cara ini dapat merangsang si kecil tetap berusaha berdiri tegak dan mencoba melangkahkan kakinya tanpa takut terjatuh.

  1. Biasakan si kecil berdiri dan belajar berjalan tanpa alas kaki

Bayi akan lebih mudah berjalan tanpa mengenakan alas kaki, karena kakinya yang kecil mampu mencengkeram permukaan jauh lebih mudah saat dibiarkan telanjang, dibandingkan saat ia mengenakan kaus kaki dan sepatu. Meskipun begitu, sepatu dan kaus kaki sangat dibutuhkan si kecil saat harus berjalan di atas lantai dengan permukaan yang cenderung dingin.

Sepatu dengan bentuk aneh yang dipakai si kecil dapat merusak konsentrasinya saat belajar berjalan. Selain itu, saat si kecil memakai sepatu, Moms menjadi lebih sering memeriksa kakinya untuk memastikan kakinya tidak mengalami iritasi. Jika kakinya mengalami iritasi, segera lepaskan sepatu dan kaus kaki yang dipakai si kecil.

Terlepas dari berbagai upaya yang Moms lakukan untuk merangsang kemampuan berjalan si kecil, ia akan belajar sendiri saat tiba waktunya melangkah untuk pertama kalinya. Olah karena itu, Moms tidak boleh memaksa si kecil berjalan pada tahap apa pun, tidak peduli seberapa inginnya Moms melihatnya segera berjalan, terutama jika usianya masih terlalu muda untuk berjalan sendiri.

Hal terpenting yang perlu Moms lakukan adalah membantu si kecil memperkuat otot-otot kakinya dengan beberapa langkah sederhana dengan memberikan berbagai stimulasi, contohnya seperti yang telah Moms baca di atas.

Leave a Reply