Mengapa Bayi Harus di Imunisasi?

Melindungi kesehatan anak tentu menjadi kewajiban orang tua. Sayangnya, banyak orang tua yang masih saja beranggapan bahwa imunisasi tidak mampu melindungi buah hatinya dari berbagai penyakit serius. Padahal, imunisasi merupakan pertahanan yang aman, kuat, terbukti, dan efektif untuk berbagai penyakit berbahaya di dunia. Khususnya 14 penyakit yang umum menyerang anak-anak.

Ada Banyak Penyakit Berbahaya Siap Menyerang Tubuh Anak yang Tidak Terlindungi

Pemberian vaksin melalui imunisasi merupakan salah satu pencapaian tertinggi dalam dunia kesehatan selama beberapa dekade terakhir. Berkat ditemukannya berbagai vaksin yang digunakan dalam imunisasi, sudah banyak penyakit yang mampu dicegah dan ditangani.

bayi harus imunisasi

Berkat imunisasi pula banyak anak maupun orang dewasa yang tidak mengalami dampak buruk penyakit seperti polio, campak, atau batuk rejan (pertusis). Sangat mudah untuk menganggap bahwa beberapa penyakit tersebut adalah penyakit jaman nenek moyang, namun faktanya masih ada hingga saat ini.

Imunisasi adalah Pilihan yang Aman dan Sudah Terbukti

Para ilmuwan dan profesional dalam bidang medis dengan sangat hati-hati mengevaluasi semua informasi yang tersedia mengenai vaksin imunisasi untuk menentukan keamanan dan keefektifannya. Saat informasi dan sains baru sudah tersedia, rekomendasi vaksin imunisasi juga akan diperbarui.

Meskipun bayi cenderung menunjukkan rasa tidak nyaman atau rewel setelah imunisasi, efek ini sangatlah ringan dibandingkan dengan komplikasi serius yang bisa dihasilkan oleh penyakit yang dicegah oleh vaksin imunisasi tersebut. Efek samping serius dari pemberian vaksin melalui imunisasi sangat jarang terjadi. Moms hanya perlu mempelajari bagaimana caranya membuat si kecil lebih nyaman dan tidak rewel setelah mendapatkan imunisasi.

Umumnya, kondisi bayi akan baik-baik saja setelah di vaksinasi, namun ada beberapa pengecualian untuk kondisi tertentu seperti:

  • Anak-anak dengan alergi terhadap kandungan yang ada di dalam vaksin imunisasi.
  • Anak-anak dengan sistem kekebalan yang sangat lemah akibat serangan penyakit atau perawatan medis, seperti halnya kemoterapi.

Anak-anak Butuh Perlindungan Sejak Dini, Sistem Kekebalan Tubuhnya Belum Matang

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) beserta American Academy of America (AAP) merekomendasikan jadwal imunisasi yang dirancang untuk melindungi bayi dan anak-anak sejak dini, selama usia yang dianggap paling rentan.

Agar benar-benar terlindungi, anak-anak membutuhkan semua dosis dari semua vaksin imunisasi sesuai jadwal yang disarankan. Jika si kecil tidak menerima vaksin imunisasi dalam jumlah dosis penuh sebagaimana yang dianjurkan, maka ia akan sangat rentan terhadap penyakit berbahaya.

Penting bagi kesehatan si kecil untuk selalu mendapatkan informasi terbaru mengenai vaksin imunisasi yang harus didapatkannya. Jika Moms tidak yakin mengenai vaksin imunisasi mana yang dibutuhkan si kecil sesuai usianya, Moms bisa menanyakannya pada dokter.

Di Indonesia sendiri ada 5 jenis imunisasi wajib yang harus didapatkan bayi. Imunisasi wajib ini bahkan diberikan secara gratis di Posyandu. Adapun jenis imunisasi yang dimaksud yaitu:

  1. Hepatitis B: diberikan sebelum 12 jam setelah bayi lahir.
  2. Polio: diberikan setelah bayi lahir, pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan (diberikan sebanyak 4 kali dan harus sudah selesai sebelum bayi berusia 6 bulan).
  3. BCG: diberikan sebelum bayi berusia 3 bulan (hanya 1 kali).
  4. Campak: diberikan sebanyak 2 kali pada saat bayi berusia 9 dan 24 bulan.
  5. DPT-HB-HiB: diberikan sebanyak 4 kali (2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan).

Bagaimana, sudah tahu bukan mengapa bayi perlu mendapatkan imunisasi? Apakah si kecil anda sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai usianya saat ini?

Leave a Reply