Do’s & Don’t Dalam Menyusui Bayi Baru Lahir

anjuran menyusui bayi

Mulai menyusui setelah melahirkan bisa menjadi suatu hal yang sangat menakutkan, khususnya bagi ibu yang baru melahirkan untuk pertama kalinya. Nah, untuk membantu Bunda supaya lebih menikmati momen menyusui untuk pertama kalinya, di bawah ini terdapat beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menyusui.

anjuran menyusui bayi

Do’s : Hal yang Boleh Dilakukan Saat Menyusui

  • Menyusui segera setelah melahirkan

Tepat setelah melahirkan, Bunda memang sebaiknya langsung menyusui si kecil selama 1 jam. ASI yang diproduksi payudara sesaat setelah melahirkan, akan membantu melindungi bayi dari bakteri dan virus. Bunda juga harus menyusui saat si kecil lapar, biasanya bayi akan menangis atau mengisap ibu jarinya saat lapar. Sementara bayi prematur, sakit atau jaundice, mungkin menunjukkan tanda seperti mengantuk atau menangis.

Jika Bunda merasa kesulitan untuk mengenali tanda saat si kecil lapar, cobalah untuk membiasakan menyusui setiap 2 sampai 3 jam sekali. Hal ini bermanfaat untuk mencapai berat badan yang ideal.

  • Menyusui eksklusif selama 6 bulan

Bayi yang menyusu dengan baik tidak membutuhkan asupan tambahan selama 6 bulan pertama kehidupan, kecuali untuk kondisi tertentu. Menyusu eksklusif selama 6 bulan bukan hanya membangun kedekatan Bunda dan si kecil, namun juga sebagai asupan nutrisi dan kekebalan pada tubuhnya. Menyusui juga membantu Bunda cepat pulih setelah melahirkan.

  • Tetap menyusui saat sakit, payudara bengkak, atau puting lecet

Pembengkak pada payudara biasanya hilang dalam waktu 1 sampai 2 hari tanpa perawatan. Selain menyusui, Bunda juga bisa memerah ASI untuk mengurangi ketegangan pada payudara. Memompa atau memerah ASI bukan hanya menstimulasi produksi ASI, namun juga mengurangi saluran yang tersumbat sehingga ASI mengalir lebih lancar.

Dengan beberapa pengecualian, jika Bunda sakit seharusnya tetap bisa menyusui. Umumnya, saat ibu mengalami flu dianggap akan menularkannya pada si kecil. Bisa jadi si kecil yang menularkan penyakit tersebut pada Bunda, namun ia tidak menunjukkan gejala karena menyusu.

Melanjutkan menyusui justru akan melindungi si kecil dari infeksi dan ia cenderung tidak mudah sakit. ASI juga sangat ideal untuk mengatasi infeksi usus bayi, misalnya saat ia mengalami muntah dan diare. Tentunya jika ragu untuk menyusui si kecil saat Bunda sedang sakit, Bunda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Don’ts : Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Menyusui

  • Mudah menyerah

Jangan mudah menyerah dalam beberapa hari pertama menyusui. Dimana pada beberapa hari awal menyusui biasanya ASI yang diproduksi cenderung tidak banyak. Menurut Dr Jack Newman, sebagaimana di lansir dari TheNewAgeParents, biasanya tidak banyak ibu yang baru melahirkan langsung memproduksi ASI dalam jumlah cukup banyak.

Alih-alih terlalu mengkhawatirkan volume ASI Bunda, lebih baik fokus untuk mengetahui posisi yang tepat supaya si kecil bisa menyusu sampai kenyang dengan ASI yang ada. Produksi ASI bertindak berdasarkan prinsip permintaan dan suplai, dengan bertahan menyusui, produksi ASI akan terus bertambah secara stabil dari waktu ke waktu.

  • Memperkenalkan bayi minum dari botol susu terlalu dini

Memberikan susu melalui dot atau botol susu akan mengganggu proses menyusui hingga menyebabkan bingung puting. Setelah si kecil terbiasa menyusu ASI langsung dengan baik, Bunda bisa secara perlahan mengajarinya menyusu ASI perah dari dot atau botol. Waktu yang paling direkomendasikan untuk mulai memperkenalkan bayi menyusu dari botol adalah sekitar usia 4 hingga 6 minggu.

Demikianlah beberapa hal yang boleh dan tidak boleh Bunda lakukan selama masa menyusui si kecil, khususnya dalam waktu beberapa hari pertama kehidupannya.

Leave a Reply