Begini Prosedur Aborsi Untuk Korban Pemerkosaan

aborsi untuk korban pemerkosaan

Abortus atau aborsi merupakan tindakan menggugurkan janin, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja. Umumnya, tindakan ini harus dilakukan melalui prosedur tindakan medis oleh dokter spesialis kandungan berdasarkan berbagai pertimbangan. Penyebab atau alasan dilakukannya tindakan aborsi sendiri sangat beragam, termasuk salah satunya adalah menggugurkan kandungan akibat tindakan pemerkosaan.

Namun, Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang menganggap bahwa aborsi ilegal dan termasuk tindakan melanggar hukum. Lalu bagaimana mengenai tindakan aborsi yang dilakukan terhadap korban pemerkosaan? Bagaimana prosedur aborsi untuk menggugurkan janin hasil perkosaan?

Tindakan Aborsi Terhadap Korban Pemerkosaan, Boleh atau Tidak?

aborsi korban perkosaan

Sebagaimana disebutkan di dalam Peraturan Pemerintah nomor 61 tahun 2014 mengenai kesehatan reproduksi, tindakan aborsi diperbolehkan selama penyebabnya adalah kedaruratan medis atau kehamilan yang terjadi akibat pemerkosaan. Di mana aborsi terhadap korban pemerkosaan telah dilegalkan karena kehamilan yang terjadi berpotensi menimbulkan trauma secara psikologis bagi korban yang bersangkutan.

Akan tetapi, sebelum melakukan tindakan aborsi, korban pemerkosaan harus terlebih dahulu melalui tahap konseling dan/atau penasehatan pra tindakan yang kemudian diakhiri dengan konseling pasca tindakan. Konseling yang dimaksudkan tersebut harus dilakukan oleh konselor, seperti penyidik, psikolog, ataupun ahli lain, yang kompeten dan berwenang.

Syarat yang Harus Dipenuhi Untuk Tindakan Aborsi Terhadap Korban Pemerkosaan

 

syarat melakukan aborsi

Kendati sudah dijelaskan bahwa tindakan aborsi yang dilakukan oleh korban pemerkosaan dianggap legal, namun tindakan tersebut tidak serta merta dapat begitu saja dilakukan. Pasalnya, telah disebutkan pula bahwa tindakan aborsi terhadap korban pemerkosaan hanya dapat dilakukan selama memenuhi beberapa syarat sebagai berikut ini:

  1. Usia kehamilan belum mencapai 6 minggu, terhitung sejak hari pertama haid terakhir, kecuali dalam hal ini didiagnosis adanya kedaruratan medis pada janin atau sang ibu.
  2. Tindakan aborsi dilakukan berdasarkan persetujuan dari ibu hamil yang bersangkutan.
  3. Tindakan aborsi dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan, kewenangan, serta sertifikat legal yang ditetapkan oleh menteri.
  4. Prosedur aborsi dilakukan oleh penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat sebagaimana ditetapkan oleh Menteri.

Akan tetapi, untuk poin kedua di mana prosedur aborsi hanya dapat dilakukan atas persetujuan dari ibu hamil yang bersangkutan, jika korban pemerkosaan yang tidak dapat memberikan persetujuan, maka persetujuan aborsi tersebut dapat diberikan oleh pihak keluarga yang bersangkutan.

Prosedur Aborsi Dilakukan Menggunakan Metode yang Telah Direkomendasikan

Setelah melalui proses konseling dan terjadi keputusan atau rekomendasi untuk menggugurkan kehamilan hasil pemerkosaan, maka metode aborsi yang digunakan juga tidak boleh sembarangan. Dalam hal ini, metode aborsi yang digunakan adalah metode sebagaimana yang telah direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Indonesian Planned Parenthood Association (IPFF).

Prosedur aborsi terhadap korban pemerkosaan juga harus didukung dengan tindakan konseling pre abortion, prosedur atau tindakan medis yang aman, kontrasepsi, konseling post abortion, rujukan, hingga tindak lanjut yang dibutuhkan pasien bersangkutan.

Bukan hanya itu saja, prosedur aborsi terhadap kehamilan hasil pemerkosaan juga perlu diawali dengan konseling oleh tenaga kesehatan yang akan menangani prosedur terkait. Hal ini dilakukan dengan tujuan memantapkan pasien, apakah yang bersangkutan siap untuk di aborsi atau justru berubah pikiran dan memutuskan melanjutkan kehamilannya.

Sementara itu, setelah prosedur tindakan aborsi dilaksanakan, penyedia layanan kesehatan yang menangani aborsi harus kembali memberikan konseling supaya psikis pasien kembali membaik setelah melewati tindakan medis untuk menggugurkan kehamilan yang tidak diinginkannya.

Leave a Reply