Percobaan Aborsi Yang Gagal Sebabkan Cacat Fisik Dan Mental Janin Apabila Kehamilan Dilanjutkan

aborsi bedah di klinik

Kegagalan dalam aborsi didefinisikan sebagai kasus yang memerlukan tindak lanjut berupa prosedur operasi, baik karena alasan medis maupun atas permintaan pasien, aborsi tidak tuntas atau tidak lengkap, maupun tindakan lanjutan karena kehamilan masih berlanjut setelah melakukan aborsi menggunakan obat.

Sebelum melakukan aborsi, Anda memang perlu melakukan pemeriksaan secara klinis saat mengalami perdarahan akut atau berkepanjangan, atau mengalami demam disertai munculnya rasa sakit, karena gejala tersebut dapat menjadi indikator dari kegagalan aborsi atau komplikasi lainnya yang membutuhkan perawatan medis.

Aborsi medis menggunakan obat penggugur kandungan biasanya dianggap gagal saat prosedur pembedahan perlu dilakukan untuk menyelesaikan tindakan aborsi dengan alasan apapun. Termasuk diantaranya adalah aborsi tidak tuntas, kehamilan yang masih berlanjut, hemorrhage, atau atas permintaan Anda sendiri sebagai pasien. Inilah prosedur aborsi untuk korban perkosaan

Perlu Anda ingat bahwa kegagalan aborsi dapat menyebabkan komplikasi yang sangat serius. Oleh karena itu, protokol aborsi medis menekankan pentingnya konseling mengenai risiko kegagalan.

Peran Paritas Terhadap Kegagalan Dalam Penggunaan Obat Aborsi

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 1.850 wanita di Prancis pada tahun 2008, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi faktor risiko kemungkinan terjadinya kegagalan terhadap percobaan atau tindakan aborsi menggunakan obat penggugur kandungan (seperti mifepristone dan misoprostol).

Paritas atau berapa kali seorang wanita telah melahirkan, diduga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan aborsi menggunakan obat.

Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa sekitar 29 dari 1.000 wanita mengalami kegagalan aborsi menggunakan obat penggugur kandungan, yang kemudian membutuhkan prosedur bedah.

aborsi bedah di klinik

Kegagalan aborsi dengan obat akibat risiko saat paritas melebihi tiga memiliki implikasi yang sangat penting untuk konseling pasien dan dapat mempengaruhi pilihan metode yang digunakan. Terutama terhadap pemilihan metode bedah vakum aspirasi yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi.

Bagaimana Jika Janin di Dalam Kandungan Gagal Digugurkan?

Kehamilan masih akan berlanjut saat tindakan percobaan aborsi, baik menggunakan obat maupun jamu peluruh, gagal dalam mengakhiri kehamilan.

Perdarahan yang hanya keluar sedikit atau bahkan tidak sama sekali dalam jangka waktu 24 sampai dengan 48 jam setelah percobaan aborsi harus segera ditindaklanjuti. Tindakan medis sangat dibutuhkan dalam hal ini karena adanya dugaan kegagalan aborsi.

Selain itu, percobaan aborsi dapat dikatakan gagal apabila Anda mengalami gejala kehamilan lanjutan dan dokter menemukan rahim membesar dibandingkan sebelumnya.

Jika Anda mengalami kehamilan yang masih berlanjut setelah melakukan percobaan aborsi menggunakan obat (berdasarkan aktivitas jantung janin atau pertumbuhan konsisten dengan usia kehamilan lebih dari 2 minggu dibanding hari pertama melakukan aborsi), dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk menjalani metode vakum aspirasi di klinik aborsi.

Kehamilan yang Berlanjut Setelah Kegagalan Aborsi Berisiko Sebabkan Cacat Lahir

Kelainan kongenital pada kehamilan yang masih berlanjut setelah gagal melakukan percobaan aborsi dan tidak ditindaklanjuti dengan prosedur bedah dapat berdampak serius. Pasalnya, janin yang sudah pernah terpapar obat aborsi misoprostol sangat berpotensi mengalami cacat lahir, seperti diantaranya kelainan pada tengkorak dan tungkai (Sindrom Mobius).

Oleh karena itu, sebelum melakukan aborsi Anda harus terlebih dahulu meyakinkan diri sendiri akan keputusan yang Anda buat. Selain itu, Anda juga harus bersedia untuk menjalani prosedur bedah seperti vakum aspirasi yang aman untuk menggugurkan kandungan.

Meskipun hingga saat ini risiko yang ditemukan masih tergolong kecil, Anda perlu kembali mempertimbangkan penggunaan misoprostol untuk menggugurkan kandungan. Sebagai alternatif yang jauh lebih efektif Anda dapat memilih metode vakum aspirasi yang lebih aman dengan dokter spesialis, sehingga dapat mengurangi risiko kehamilan masih berlanjut dan terjadi kecacatan pada janin.

Leave a Reply